
Kegiatan MGMP Sosiologi Kota Balikpapan
Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Balikpapan melaksanakan kegiatan pertemuan di SMA Negeri 7 Balikpapan. Kegiatan ini menjadi agenda penting dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Asesmen Satuan Pendidikan (ASP) Tahun Pelajaran 2025–2026. Seluruh guru Sosiologi dari SMA/MA, baik negeri maupun swasta se-Kota Balikpapan, hadir untuk berkolaborasi dalam penyusunan soal yang berkualitas dan sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan prinsip asesmen berbasis kompetensi.



Acara dimulai dengan sambutan dari pihak tuan rumah dalam hal ini diwakili oleh Waka Kurikulum SMA Negeri 7 Balikpapan Ibu Lulik Ariyani, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh guru sosiologi peserta MGMP serta menekankan pentingnya kegiatan MGMP sebagai wadah profesional bagi guru untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kompetensi. Dalam sambutannya, juga disampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menghasilkan perangkat asesmen yang mampu mengukur kemampuan murid secara komprehensif, tidak hanya dari aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan sikap sosial.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua MGMP Sosiologi Kota Balikpapan Ibu Febria Hardianty S.Sos., M.Pd. Dalam arahannya, disampaikan panduan teknis penyusunan soal ASP yang mengacu pada prinsip asesmen autentik dan capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Guru-guru diingatkan untuk memperhatikan keseimbangan antara tingkat kesulitan soal, kejelasan konteks sosial yang diangkat, serta relevansi dengan kehidupan nyata murid.

Memasuki sesi inti, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan sekolah. Setiap kelompok bertugas menyusun butir soal berdasarkan indikator capaian pembelajaran yang telah disepakati bersama. Dalam proses ini, terjadi diskusi aktif antaranggota kelompok untuk memastikan setiap soal memiliki validitas dan reliabilitas yang baik.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh semangat. Para guru saling bertukar ide, memberikan masukan terhadap indikator soal serta meninjau kembali kesesuaian antara indikator soal dan tujuan pembelajaran. Beberapa guru juga berbagi pengalaman dalam mengembangkan soal. Di akhir kegiatan, dipresentasikan hasil kerja tim penyusun soal untuk mendapatkan umpan balik dari peserta lain. Proses reviu bersama ini menjadi momen penting untuk menyempurnakan kualitas soal sebelum dikompilasi menjadi bank soal ASP Sosiologi Kota Balikpapan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa kolaborasi antarguru mampu menghasilkan instrumen asesmen yang lebih variatif, kontekstual, dan menantang bagi murid.
Sebagai penutup, Ketua MGMP menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh peserta dan menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang. Melalui kegiatan MGMP ini, diharapkan guru-guru Sosiologi di Kota Balikpapan semakin solid dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan penilaian. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan soal ASP yang berkualitas, tetapi juga memperkuat profesionalisme guru sebagai pendidik yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tingkat satuan pendidikan.



